Senja
Bijak
Senja merah merekah
Hatiku puh tergugah
Tak sanggup menahan perih
Melihat rona wajahnya
Ingin hati menggapai uluran tangannya
Tangan yang lain menarik jauh ke sana
Sungguh hati bernada naif
Tak bisa berkata "ini penindasan massif"
Duhai raga dalam badan
Jangan sampai ridha hati
Mendiamkan mereka yang tawan
Wahai pikiran, sehat dan adillah dalam berjalan
Karena keadilan sudah tak bisa direngkuh
Tapi bisa dironta dengan laku bijak
Bijak diri, bijak pikir, bijak tanpa menuduh
Wahai jiwa ruh sang raga
Tetap rangkul dengan anggun sucinya sukma
Harus berani bela ia yang dihina
Harus gertak ia yang menganiaya
Heni Satriani
Malang, 12 Oktober 2017
Senja merah merekah
Hatiku puh tergugah
Tak sanggup menahan perih
Melihat rona wajahnya
Ingin hati menggapai uluran tangannya
Tangan yang lain menarik jauh ke sana
Sungguh hati bernada naif
Tak bisa berkata "ini penindasan massif"
Duhai raga dalam badan
Jangan sampai ridha hati
Mendiamkan mereka yang tawan
Wahai pikiran, sehat dan adillah dalam berjalan
Karena keadilan sudah tak bisa direngkuh
Tapi bisa dironta dengan laku bijak
Bijak diri, bijak pikir, bijak tanpa menuduh
Wahai jiwa ruh sang raga
Tetap rangkul dengan anggun sucinya sukma
Harus berani bela ia yang dihina
Harus gertak ia yang menganiaya
Heni Satriani
Malang, 12 Oktober 2017
Komentar
Posting Komentar